OTAL QUALITY MANAJEMEN DI SEKOLAH
By a1ba
A. Penerapan Total Quality Management (TQM) di sekolah
Inti dari TQM adalah mutu, Hasibuan (2000:221) mengatakan yang dimaksud dengan Mutu adalah (a) disesuaikan dengan permintaan; (b) sistemnya adalah pencegahan sejak awal dikerjakan dengan benar; (c) standartnya adalah harus tidak cacat/harus tidak ada kesalahan; (d) ukurannya adalah biaya untuk mencapai kualitas. Sedangkan TQM diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan kepuasan pelanggan (Ishikawa,1993). Difinisi lainnya menyatakan TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi (Santosa, 1992).
Jadi dapat disimpulkan bahwa dasar pemikiran perlunya TQM sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Untuk menghasilkan kualitas terbaik diperlukan upaya perbaikan yang berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses dan lingkungan. Dalam hal ini TQM berusaha menciptakan suatu sistem organisasi yang dapat mengantisipasi perubahan-perubahan pada lingkungan eksternal yang mempengaruhi harapan-harapan serta kebutuhan-kebutuhan pelanggan.
Penulis makalah terlampir mengemukakan empat prinsip utama dalam MMT yaitu (a) Kepuasan Pelanggang; (b) Respek terhadap setiap orang; (c) Manajemen berdasarkan fakta; dan (d) Perbaikan berkesinambungan. Disini saya akan mengelaborasi prinsip-prinsip tersebut diatas sebagai berikut :
1. Kepuasan Pelanggan, dalam MMT konsep mengenai mutu dan pelanggan diperluas. Mutu tidak lagi hanya bermakna kesesuaian dengan spesifikasi-spesifikasi tertentu, tetapi mutu tersebut ditentukan oleh pelanggan (internal dan eksternal). Kebutuhan pelanggan diusahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek, termasuk didalam harga, keamanan, dan ketepatan waktu. Oleh karena itu segala aktivitas perusahaan harus dikoordinasikan untuk memuaskan pelanggan.
2. Respek terhadap setiap orang, pada perusahaan yang mutunya kelas dunia, setiap karyawan dipandang sebagai individu yang memiliki talenta dan kreativitas tersendiri yang unik. Dengan demikian karyawan adalah merupakan sumber daya organisasi yang paling berharga. Oleh karena itu setiap orang dalam organisasi diperlakukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambil keputusan.
3. Manajemen berdasarkan fakta, perusahaan kelas dunia berorientasi pada fakta. Maksudnya bahwa setiap keputusan selalu didasarkan pada data, bukan sekedar pada perasaan saja.
4. Perbaikan berkesinambungan, agar dapat sukses, setiap perusahaan perlu melakukan proses secara sistematis dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Konsep yang berlaku disini adalah siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act), yang terdiri dari langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana, dan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh.
Proses penyelenggaraan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari profesionalisasi pengelola pendidikan dalam melaksanakan tugasnya. Pidarta (2000:286) mengatakan bahwa penyelenggara pendidikan adalah mereka yang menduduki jabatan struktural, seperti kepala sekolah, ketua jurusan, ketua, dan rektor. Pejabat struktural di kantor-kantor dalam lingkungan pendidikan juga dapat disebut penyelenggara pendidikan, walaupun hanya menangani aturan dan kebijakan, sebab kedua hal ini mempengaruhi bahkan hal-hal tertentu menentukan pelaksanaan di sekolah.
Tanggung jawab manajer sekolah (”kepala sekolah”) dalam kebijakan mutu tidak lain adalah bagaimana mereka menetapkan dan mendokumentasikan kebijakan untuk mutu, termasuk sasaran mutu dan janjinya terhadap mutu lulusan. Kebijakan mutu harus relevan dengan tujuan organisasi sekolah dan harapan serta kebutuhan pelanggan (”siswa, orangtua siswa, pemakai lulusan”). Sekolah harus memastikan bahwa kebijakan mutu difahami, diterapkan dan dipelihara pada semua tingkat dalam organisasi sekolah.
Penerapan Manajemen Mutu terpadu di sekolah tidak terlepas bagaimana upaya kepala sekolah mampu mengendalikan mutu pengelolaan sekolah tersebut secara terpadu. Pengendalian mutu terpadu merupakan suatu sistem yang paling efektif untuk mengintegrasikan usaha-usaha pengembangan kualitas, pemeliharaan kualitas, dan perbaikan kualitas dari berbagai level organisasi sehingga meningkatkan produktivitas (Hasibuan, 2000:219). Dari pernyataan tersebut tersirat bahwa seharusnyalah seorang Kepala sekolah harus dapat melaksanakan pengendalian mutu secara terpadu agar terjadi peningkatan hasil yang lebih baik dan efektif. Pertanyaannya adalah bagaimana menjalankan pengendalian mutu tersebut, Hasibuan (2000:220) mengatakan bahwa dasar utama menjalankannya adalah mentalitas, kecakapan, dan manajemen partisipatif dengan sikap mental yang mengutamakan kualitas kerja. Mentalitas adalah kesediaan bekerja sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab melaksanakan pekerjaannya.
Untuk menerapkan TQM di sekolah diperlukan syarat-syarat sebagai berikut : (Hasibuan, 2000:223)
1. Seluruh SDM (”perangkat sekolah”) yang turut serta dalam proses kegiatan (”pengelolaan sekolah”) harus mengerti dan menghayati arti TQM, mampu, bermental baik, dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penyelesaian pekerjaannya.
2. TQM sebagai totalitas pengendalian terhadap mutu produk (”lulusan”) secara bertahap dan merupakan rangkaian suatu proses diharuskan agar setiap kelompok kerja (”guru”) bekerja benar dalam rangkaian terpadu dari gugus kendali mutu tersebut.
3. Seluruh mata rantai dalam subsistem harus mampu bekerja efisien dan efektif dengan didukung sikap mental positif dari setiap individu anggotanya. Sikap mental positif adalah kesediaan untuk bekerja produktif dalam spirit kerjasama yang kuat, untuk mencapai mutu kerja yang tinggi.
4. Sarana, prasarana, dan Lingkungan kerja harus mendukung pelaksanaan TQM. Setiap individu karyawan harus mengetahui dan berpartisipasi dalam mengerjakan pekerjaan secara benar, sehingga barang/jasa (”lulusan”) yang dihasilkan bermutu tinggi.
B. Hambatan Penerapan TQM di Sekolah
Penerapan suatu sistem manajemen selalu mengakibatkan terganggunya keseimbangan. Timbul dua pihak yang pro dan kontra, menerima TQM dan menolak TQM. Penolakan TQM dikarenakan adanya perubahan dalam manajemen. Yaitu menyangkut nilai-nilai yang sudah mapan. Jika dibandingkan nilai-nilai budaya Indonesia dengan nilai-nilai TQM akan tampak sebagai berikut: (Hasibuan, 2000:227)
Nilai-nilai Budaya Indonesia : Nilai-Nilai TQM :
1. asas kekeluargaan 1. Kerja sama
2. gotong royong 2. total partisipasi
3. tut wuri handayani 3. menghargai sesama
4. bhineka tunggal ika 4. menghargai keunikan & kreativita
Mengapa orang enggan menerima perubahan sistem manajemen?, hal ini karena menyangkut ketidak pastian hasil, kesulitan melaksanakan, kebiasaan yang sudah ada, dan ancaman terhadap dirinya sendiri. (hasibuan, 2000:227). Sehingga dapat dikatakan bahwa cara berfikir dan bertindak yang dilakukan berulang akan menjadi kebiasaan yang sulit diubah kecuali otak kita diinstal dengan program baru (”seperti software komputer saja”).
Penelitian Usman (1996) menyimpulkan bahwa pelaksanaan Pengembangan Sekolah Seutuhnya (PSS) di SMK mengalami kegagalan karena kepala sekolahnya masih cenderung menampilkan gaya kepemimpinan otoriter, hal ini karena lemahnya kemandirian sekolah akibat pembinaan pemerintah yang masih sentralistik, Birokratik, formalistik, konformistik, uniformistik dan mekanistik. Pembinaan yang demikian ini tidak memberdayakan potensi sekolah. Akibatnya, setiap hierarki yang berada di bawah kekuasaan bersikap masa bodoh, apatis, diam supaya aman, menunggu perintah, tidak kreatif dan tidak inovatif, kurang berpartisipasi dan kurang bertanggung jawab, membuat laporan asal bapak senang dan takut mengambil resiko.
Kendala pelaksanaan program TQM datang dari bawahan dan atasan, saya membatasi kendala hanya dari atasan yaitu kepala sekolah. we can’t see a Good School without a Good Principle, kendala dari atasan (”kepala sekolah”) menurut Hasibuan (2000:225) adalah (a) atasan tidak mendukung gagasan TQM; (b) sangat sibuk, tidak ada waktu; (c) kurangnya kewenangan yang dimiliki; (d) belum memahami secara jelas pengertian TQM, dan (e) atasan menganut sentralisasi wewenang. Sedangkan hambatan dari pihak guru biasanya tergantung bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah, salah satu cara menggerakkan guru dan staf lainnya untuk berpartisipasi dalam menjalankan TQM adalah prinsip motivasi. Kepala sekolah harus mampu merangsang guru termotivasi untuk mengerjakan tugasnya.
Hamzah B. Uno (2007:71) mendifinisikan motivasi kerja sebagai salah satu faktor yang turut menentukan kinerja seseorang. Besar atau kecilnya pengaruh motivasi pada kinerja seseorang tergantung pada seberapa banyak intensitas motivasi yang diberikan. Jadi jika dikaitkan dengan motivasi kerja seorang guru dalam mengajar biasanya tercermin dalam berbagai kegiatan dan bahkan prestasi yang dicapai guru tersebut. Sedangkan motivasi kerja guru menurut Hamzah B. Uno (2007) adalah suatu proses yang dilakukan untuk menggerakkan guru agar perilaku mereka dapat diarahkan pada upaya-upaya nyata untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi penulis dapat menyimpulkan bahwa untuk keberhasilan dalam penerapan TQM di sekolah kepala sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sekolah secara sederhana yaitu dengan istilah ”KITA” (hanya pemikiran penulis saja), yaitu (a) Kebersamaan :ciptakan prinsip-prinsip ”kebersamaan” didalam mengelola sekolah, oleh karena itu setiap orang dalam organisasi sekolah diperlakukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambil keputusan; (b) Inovasi dan Kreativitas : hanya dengan Inovasi dan kreativitas para pengelola sekolah maka sekolah akan tampil beda dari sekolah lain; (c) Transparansi : perlu diciptakan iklim keterbukaan oleh kepala sekolah, karena hanya dengan kejujuranlah bawahan akan termotivasi untuk bekerja; dan (d) Akuntabilitas : apa yang telah dikerjakan oleh seorang pemimpin harus dipertanggung jawabkan kepada pelanggan (”manusia”) dan kepada Sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Kuasa).
Wednesday, February 17, 2010
FAKTOR-FAKTOR PERLU PERUBAHAN
Faktor Perubahan
[sunting] Faktor teknologi
Bidang teknologi ini terlalu luas untuk diperkatakan. Semua aspek kehidupan melibatkan teknologi. Teknologi ini bermula dari manusia dilahirkan hinggalah manusia dikebumikan. Sejak dalam kandungan ibu, manusia terdedah kepada teknologi perubatan dan tekonoligi pemakanan. ‘kesihatan anak amat diambil kira. Lantaran itu kelahiran bayi dilakukan di hospital yang mempunyai kepakaran teknologi perubatan .
Manusia yang hidup tentulah mahukan kualiti kehidupan yang lebih daripada biasa. Oleh itu manusia membina rumah dengan teknologi perumahan terkini – lengkap dengan penggunaan reka bentuk rumah 3d dan lanskap yang cantik.
Ini tidak termasuk kenderaan yang digunakan dan penggunaan satelit, telefon, intenet dan pelbagai teknologi komunikasi yang lain. Bidang pengiklanan turut berubah. Media pengiklanan tidak lagi bergantung kepada media cetak seperti surat khabar. Tetapi kini pengiklanan melibatkan mel terus, email, laman web, tele-marketing, smart-shop dan katalog. Sasaran pengiklanan lebih luas kerana seluruh dunia dapat dipengaruhi.
Data menunjukkan penduduk negara dunia ketiga hampir 75 % penduduk dunia. Malangnya mereka hanya mempunyai 20-25 % daripada eksport import dan keluran dunia.
[sunting] Gaya hidup
Setiap organisasi perlu mengambil kira faktor gaya gidup. Masa kian berubah dan manusia tidak suka kepada sesuatu yang sama. Antara perubahan dalam gaya hidup ialah corak pekerjaaan, status perkahwinan, keselamatan , umur dana lain-lain.
Peluang pekerjaan yang banyak dalam sektor kesihatan adalah disebabkan perubahan gaya hidup. Manusia semakin mementingkan kesihatan. Tambahan pula semakin banyak penyakit baru yang munvul dan gagal dicari ubat penyelesaiannya. Hospital dan klinik swasta tumbuh bagai cendawan.
Oleh itu, perubahan pendidikan amat perlu bagi memenuhi tuntutan perubahan dalam pendidikan.
Trend syarikat –syarikat jualan lansung untuk produk wanita berubah kepada sistem agihan. Pusat-pusat jualan kecil ditubuhkan di bandar-bandar bagim memenuhi keperluan wanita yang semakin canggih. ( jaafar , 2000)
[sunting] Persaingan
Persaingan wujud di mana-mana dan tidak dapat dielakkan. Setiap organisasi dan individu akan bersaing untuk mendapatkan pelbagai kelebihan. Sekiranya organisasi dapat menewaskan pesaing, bermakna organisasi itu akan dapat keuntungan.
Oleh itu setiap organisasi akan cuba mengekalkan daya saing yang ada. Pelbagai kaedah dan perubahan dilaksanakan. Pesaing-pesaing organisasi yang melakukan perubahan dalam teknologi , gaya pengurusan dan struktur organisasi akan mampu mendorong organisasi lain untuk turut berubah dan cuba mengikut strategi pesaing.
[sunting] Perubahan dasar politik
Dunia sentiasa bergolak dan bersaing di antara satu negara dengan negara yang lain. Negara-negara maju sering mengenakan nilai mereka kepada negara-negara sedang membangun. Justeru itu perubahan perlu dilakukan bagi mempersiapkan warganegara menghadapi perubahan global ini. Mahu atau tidak mahu, perubahan pendidikan perlu dilakukan agar tidak ketinggalan.
Contohnya perubahan dalam dasar bahasa . Seluruh dunia menggunakan bahasa inggeris sebagai bahasa komunikasi. Hampir seluruh warga dunia menggunakannya. Lantaran itu perubahan dalam dasar bahasa amat perlu.
Bidang pertahanan negara juga mengalami perubahan. Negara-negara jiran mempersiapkan diri dengan teknologi senjata yang canggih. Di samping itu negara-negara jiran menjalinkan hubungan erat dengan kuasa-kuasa besar. Oleh itu perubahan pendidikan perlu agar setiap warga siapsiaga dengan keselamatan negara.
[sunting] Perubahan dalam struktur ekonomi
Tekanan ekonomi dari negara lain akhirnya akan sampai ke negara kita. Serangan mata wang secara global pada tahun 1997 menyebabkan seluruh negara dilanda krisis ekonomi.
Penstrukturan semula syarikat, penggabungan syarikat dan pemberhentian pekerja akan berlaku. Perubahan pendidikan perlu menangani semua perkara ini. Sekiranya seluruh rakyat terdidik menghadapi tekanan ekonomi, masalah kegawatan ekonomi negara kurang dirasakan.
Dasar-dasar ekonomi ideal seperti dasar ekonomi baru ternyata masih belum membuahkan hasil yang dikehendaki. Apakah punca kesilapan dan kelemahan dan tahap mana yang belum diperbetulkan. Antara agenda yang perlu dirubah ialah pendidikan. Hanya perubahan pendidikan sahaja yang akan menentukan kejayaan sesebuah dasar ekonomi.
[sunting] Perubahan pasaran buruh
Pekerja adalah nadi kejayaan sesebuah syarikat dan negara secara keseluruhannya. Negara maju seperti jepun amat menekankan faktor kemanusiaan ini. Pekerja adalah aset sebenar sesebuah negara dan bukannya hasil galian atau hasil pertanian.
Guna tenaga mahir dan cekap mendapat permintaan yang tinggi. Nisbah guna tenaga mahir dengan sebuah negara perlu seimbang. Semakin ramai tenaga kerja mahir, negara tersebut akan lebih mudah lentur dan mudah melompat untuk maju.
Contohnya negara india yang ramai penduduk yang dikatakan ramai lulusan universiti tidak mendapat peluang pekerjaan. Namun pasa masa kini negara india berada di hadapan dalam eran revolusi teknologi maklumat . Ini adalah kerana lulusan universiti yang ramai dimanfaatkan dalam bidang ict.
Kesetiaan pekerja kepada sebuah organisasi juga perlu ditekankan. Jangan mudah lupakan kulit, jangan mudah lupa daratan. Tahap kesetiaan pekerja jepun menjadi ‘role model’ negara lain. Keyakinan kepada pekerja akan mebolehkan pemindahan teknologi. Faktor utama pemindahan teknologi kurang berkesan di malaysia adalah kerana faktor pekerja yang selalu berubah tempat kerja.
Nilai-nilai baru seperti ini perlu diterapkan dalam pendidikan. Bukan semua nilai-nilai baik di luar itu baik kepada negara kita. Perancangan dan kajian mendalam mestilah dilakukan agar perubahan pendidikan berubah kepada positif dan tidak sebaliknya.
[sunting] Cara untuk menguruskan perubahan
Kegagalan perubahan mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor iaitu kesesuaian inovasi pendidikan yang hendak diterapkan dan kecuaian semasa melaksanakan inovasi pendidikan.
Perubahan perlu ditangani dengan cara berikut iaitu : • Perancang dan penggubal dasar pendidikan mestilah menyokong inovasi dan juga mestilah berfikir secara intergratif. • Struktur organisasi pendidikan mestilah dijadikan leper. Komunikasi di antara kakitangan menjadi lebih mudah. Tahap atau lapisan struktur yang tidak perlu hendaklah dikeluarkan. • Komunikasi mestilah di pertingkatkan terutamanya merentas organisasi dan mobiliti staf perlu digalakkan • Pihak pengurusan pendidikan perlu menonjolkan pencapaian dan kejayaan . Budaya kebanggaan perlu disemai. • Rancangan perubahan pendidikan perlu dihebahkan lebih awal dan luas untuk membolehkan masyarakat dapat membuat cadangan dan menyumbang sebelum keputusan dibuat.
[sunting] Teknik untuk memulakan perubahan
Kurt Lewin menjelaskan wujud keadaan keseimbangan apabila adanya desakan perubahan di satu pihak dan kuasa yang menolak perubahan di pihak yang satu lagi. Keseimbangan akan terpelihara dengan menggerakan kuasa dan menghalang kuasa seperti rajah di bawah
[sunting] Faktor teknologi
Bidang teknologi ini terlalu luas untuk diperkatakan. Semua aspek kehidupan melibatkan teknologi. Teknologi ini bermula dari manusia dilahirkan hinggalah manusia dikebumikan. Sejak dalam kandungan ibu, manusia terdedah kepada teknologi perubatan dan tekonoligi pemakanan. ‘kesihatan anak amat diambil kira. Lantaran itu kelahiran bayi dilakukan di hospital yang mempunyai kepakaran teknologi perubatan .
Manusia yang hidup tentulah mahukan kualiti kehidupan yang lebih daripada biasa. Oleh itu manusia membina rumah dengan teknologi perumahan terkini – lengkap dengan penggunaan reka bentuk rumah 3d dan lanskap yang cantik.
Ini tidak termasuk kenderaan yang digunakan dan penggunaan satelit, telefon, intenet dan pelbagai teknologi komunikasi yang lain. Bidang pengiklanan turut berubah. Media pengiklanan tidak lagi bergantung kepada media cetak seperti surat khabar. Tetapi kini pengiklanan melibatkan mel terus, email, laman web, tele-marketing, smart-shop dan katalog. Sasaran pengiklanan lebih luas kerana seluruh dunia dapat dipengaruhi.
Data menunjukkan penduduk negara dunia ketiga hampir 75 % penduduk dunia. Malangnya mereka hanya mempunyai 20-25 % daripada eksport import dan keluran dunia.
[sunting] Gaya hidup
Setiap organisasi perlu mengambil kira faktor gaya gidup. Masa kian berubah dan manusia tidak suka kepada sesuatu yang sama. Antara perubahan dalam gaya hidup ialah corak pekerjaaan, status perkahwinan, keselamatan , umur dana lain-lain.
Peluang pekerjaan yang banyak dalam sektor kesihatan adalah disebabkan perubahan gaya hidup. Manusia semakin mementingkan kesihatan. Tambahan pula semakin banyak penyakit baru yang munvul dan gagal dicari ubat penyelesaiannya. Hospital dan klinik swasta tumbuh bagai cendawan.
Oleh itu, perubahan pendidikan amat perlu bagi memenuhi tuntutan perubahan dalam pendidikan.
Trend syarikat –syarikat jualan lansung untuk produk wanita berubah kepada sistem agihan. Pusat-pusat jualan kecil ditubuhkan di bandar-bandar bagim memenuhi keperluan wanita yang semakin canggih. ( jaafar , 2000)
[sunting] Persaingan
Persaingan wujud di mana-mana dan tidak dapat dielakkan. Setiap organisasi dan individu akan bersaing untuk mendapatkan pelbagai kelebihan. Sekiranya organisasi dapat menewaskan pesaing, bermakna organisasi itu akan dapat keuntungan.
Oleh itu setiap organisasi akan cuba mengekalkan daya saing yang ada. Pelbagai kaedah dan perubahan dilaksanakan. Pesaing-pesaing organisasi yang melakukan perubahan dalam teknologi , gaya pengurusan dan struktur organisasi akan mampu mendorong organisasi lain untuk turut berubah dan cuba mengikut strategi pesaing.
[sunting] Perubahan dasar politik
Dunia sentiasa bergolak dan bersaing di antara satu negara dengan negara yang lain. Negara-negara maju sering mengenakan nilai mereka kepada negara-negara sedang membangun. Justeru itu perubahan perlu dilakukan bagi mempersiapkan warganegara menghadapi perubahan global ini. Mahu atau tidak mahu, perubahan pendidikan perlu dilakukan agar tidak ketinggalan.
Contohnya perubahan dalam dasar bahasa . Seluruh dunia menggunakan bahasa inggeris sebagai bahasa komunikasi. Hampir seluruh warga dunia menggunakannya. Lantaran itu perubahan dalam dasar bahasa amat perlu.
Bidang pertahanan negara juga mengalami perubahan. Negara-negara jiran mempersiapkan diri dengan teknologi senjata yang canggih. Di samping itu negara-negara jiran menjalinkan hubungan erat dengan kuasa-kuasa besar. Oleh itu perubahan pendidikan perlu agar setiap warga siapsiaga dengan keselamatan negara.
[sunting] Perubahan dalam struktur ekonomi
Tekanan ekonomi dari negara lain akhirnya akan sampai ke negara kita. Serangan mata wang secara global pada tahun 1997 menyebabkan seluruh negara dilanda krisis ekonomi.
Penstrukturan semula syarikat, penggabungan syarikat dan pemberhentian pekerja akan berlaku. Perubahan pendidikan perlu menangani semua perkara ini. Sekiranya seluruh rakyat terdidik menghadapi tekanan ekonomi, masalah kegawatan ekonomi negara kurang dirasakan.
Dasar-dasar ekonomi ideal seperti dasar ekonomi baru ternyata masih belum membuahkan hasil yang dikehendaki. Apakah punca kesilapan dan kelemahan dan tahap mana yang belum diperbetulkan. Antara agenda yang perlu dirubah ialah pendidikan. Hanya perubahan pendidikan sahaja yang akan menentukan kejayaan sesebuah dasar ekonomi.
[sunting] Perubahan pasaran buruh
Pekerja adalah nadi kejayaan sesebuah syarikat dan negara secara keseluruhannya. Negara maju seperti jepun amat menekankan faktor kemanusiaan ini. Pekerja adalah aset sebenar sesebuah negara dan bukannya hasil galian atau hasil pertanian.
Guna tenaga mahir dan cekap mendapat permintaan yang tinggi. Nisbah guna tenaga mahir dengan sebuah negara perlu seimbang. Semakin ramai tenaga kerja mahir, negara tersebut akan lebih mudah lentur dan mudah melompat untuk maju.
Contohnya negara india yang ramai penduduk yang dikatakan ramai lulusan universiti tidak mendapat peluang pekerjaan. Namun pasa masa kini negara india berada di hadapan dalam eran revolusi teknologi maklumat . Ini adalah kerana lulusan universiti yang ramai dimanfaatkan dalam bidang ict.
Kesetiaan pekerja kepada sebuah organisasi juga perlu ditekankan. Jangan mudah lupakan kulit, jangan mudah lupa daratan. Tahap kesetiaan pekerja jepun menjadi ‘role model’ negara lain. Keyakinan kepada pekerja akan mebolehkan pemindahan teknologi. Faktor utama pemindahan teknologi kurang berkesan di malaysia adalah kerana faktor pekerja yang selalu berubah tempat kerja.
Nilai-nilai baru seperti ini perlu diterapkan dalam pendidikan. Bukan semua nilai-nilai baik di luar itu baik kepada negara kita. Perancangan dan kajian mendalam mestilah dilakukan agar perubahan pendidikan berubah kepada positif dan tidak sebaliknya.
[sunting] Cara untuk menguruskan perubahan
Kegagalan perubahan mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor iaitu kesesuaian inovasi pendidikan yang hendak diterapkan dan kecuaian semasa melaksanakan inovasi pendidikan.
Perubahan perlu ditangani dengan cara berikut iaitu : • Perancang dan penggubal dasar pendidikan mestilah menyokong inovasi dan juga mestilah berfikir secara intergratif. • Struktur organisasi pendidikan mestilah dijadikan leper. Komunikasi di antara kakitangan menjadi lebih mudah. Tahap atau lapisan struktur yang tidak perlu hendaklah dikeluarkan. • Komunikasi mestilah di pertingkatkan terutamanya merentas organisasi dan mobiliti staf perlu digalakkan • Pihak pengurusan pendidikan perlu menonjolkan pencapaian dan kejayaan . Budaya kebanggaan perlu disemai. • Rancangan perubahan pendidikan perlu dihebahkan lebih awal dan luas untuk membolehkan masyarakat dapat membuat cadangan dan menyumbang sebelum keputusan dibuat.
[sunting] Teknik untuk memulakan perubahan
Kurt Lewin menjelaskan wujud keadaan keseimbangan apabila adanya desakan perubahan di satu pihak dan kuasa yang menolak perubahan di pihak yang satu lagi. Keseimbangan akan terpelihara dengan menggerakan kuasa dan menghalang kuasa seperti rajah di bawah
PAKAR PERUBAHAN
Hord. (1986)
Sebarang perubahan dilakukan dengan cara bijaksana, beserta dengan usahasama antara pemimpin dan stafnya.
Draft (1983)
Menghasilkan perubahan besar perlu dilakukan di unit yang lebih kecil dahulu.
Mohd Najib (1997)
Pendidikan bertaraf dunia akan menentukan kejayaan perubahan insan.
Sebarang perubahan dilakukan dengan cara bijaksana, beserta dengan usahasama antara pemimpin dan stafnya.
Draft (1983)
Menghasilkan perubahan besar perlu dilakukan di unit yang lebih kecil dahulu.
Mohd Najib (1997)
Pendidikan bertaraf dunia akan menentukan kejayaan perubahan insan.
MODEL PERUBAHAN KURT LEWIN
Kurt Lewin (1974)
Analisis Tekanan Lapangan.
Merupakan teknik umum diagnosis bagi membawa perubahan dalam organisasi.
Satu keadaan mempunyai dua tekanan.
1. Tekanan memacu
Mengajak ke arah perubahan.
2. Tekanan menahan
Menarik daripada arah perubahan.
-Kesan tekanan memacu dan menahan ini maka ujud lah apa yang dipanggil Equilibrium.
Tingkah laku seseorang itu adalah fungsi personaliti beliau yang pada asasnya dapat ditakrifkan sebagai motivasi serta keperluannya.
-Diganding dengan suasana dan persekitaran.
-Persekitaran mempunyai pelbagai tekanan yang bertindak ke atasnya.
-Kekuatan tekanan merupakan keperluan individu untuk berubah.
Tekanan memacu ditingkatkan dan tekanan menahan dikurangkan untuk keseimbangan kuasa perubahan atau -Equilibrium.
Analisis Tekanan Lapangan.
Merupakan teknik umum diagnosis bagi membawa perubahan dalam organisasi.
Satu keadaan mempunyai dua tekanan.
1. Tekanan memacu
Mengajak ke arah perubahan.
2. Tekanan menahan
Menarik daripada arah perubahan.
-Kesan tekanan memacu dan menahan ini maka ujud lah apa yang dipanggil Equilibrium.
Tingkah laku seseorang itu adalah fungsi personaliti beliau yang pada asasnya dapat ditakrifkan sebagai motivasi serta keperluannya.
-Diganding dengan suasana dan persekitaran.
-Persekitaran mempunyai pelbagai tekanan yang bertindak ke atasnya.
-Kekuatan tekanan merupakan keperluan individu untuk berubah.
Tekanan memacu ditingkatkan dan tekanan menahan dikurangkan untuk keseimbangan kuasa perubahan atau -Equilibrium.
ELEMEN PERUBAHAN
Elemen-elemen yang diperlukan dalam membuat perubahan:
1. Visi.
2. Kemahiran.
3. Sumber-sumber.
4. Insentif.
5. Pelan tindakan.
6. Kepimpinan
Untuk mudah ingat
velu kasi saya itek punya konek.VKSIPK
1. Visi.
2. Kemahiran.
3. Sumber-sumber.
4. Insentif.
5. Pelan tindakan.
6. Kepimpinan
Untuk mudah ingat
velu kasi saya itek punya konek.VKSIPK
Tuesday, February 16, 2010
NOTA TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Proses pembangunan courseware
1. Tentukan keperluan dan matlamat
2. Mengumpul sumber-sumber.
3. Mempelajari konten.
4. Menjana idea.
5. Reka bentuk instruction.
6. Carta alirkan pelajaran.
7. Papan cerita papar ke atas kertas.
8. Programkan pelajaran.
9. Menghasilkan bahan sokongan.
10.Menilai dan revise.
9 event of instruction
1. Menarik perhatian pelajar.
2. Beritahu objektif pembelajaran.
3. Hubungkaitkan dengan pelajaran yang lepas.
4. Buat persembahan yang menarik dan mencabar.
5. Bimbingan kepada pelajar.
6. Cuit pelajar agar dapat perfom.
7. Beri maklum balas.
8. Membuat pentaksiran total.
9. Memperindahkan penyimpanan dalam otak dan berlaku pemindahan maklumat.
10 istilah yang perlu di ketahui:
1. Kurikulum-satu laluan untuk mencapai satu destinasi.
2. Pelajaran-Semua pengalaman formal dan tidak formal yg pelajar pelajari.
3. Instruction-Penyampaian maklumat dan aktiviti oleh manusia dan bukan manusia.
4. Mengajar-Penyampaian maklumat dan aktiviti oleh manusia.
5. Learning-Proses di mana maklumat yg diperolehi dan diaplikasi dalam kehidupan individu
6. Latihan-kemahiran spesifik yg diperolehi dan boleh diaplikasikan secara serta merta.
7. Instructional design-Satu teori dan praktis dlm mereka bentuk, membangun, mengurus dan menilai proses dan sumber2 yg dapat memudahkan pembelajaran.
8. Instructional technology-Aplikasi sistemik dan sistematik strategi dan teknik yg diambil dari teori2 behaviorism, kognitism dan konstructivism ke dlm penyelesaian sesuatu masalah pendidikan.
9.Instructional development-satu proses sitematik dlm mengimplimentasikan perancangan rekabentuk.
10. Sekolah Bestari-Institusi pembelajaran yg direka semula secara sistemik dari segi praktis,p&p, pengurusan sekolah dlm era teknologi maklumat.
1. Tentukan keperluan dan matlamat
2. Mengumpul sumber-sumber.
3. Mempelajari konten.
4. Menjana idea.
5. Reka bentuk instruction.
6. Carta alirkan pelajaran.
7. Papan cerita papar ke atas kertas.
8. Programkan pelajaran.
9. Menghasilkan bahan sokongan.
10.Menilai dan revise.
9 event of instruction
1. Menarik perhatian pelajar.
2. Beritahu objektif pembelajaran.
3. Hubungkaitkan dengan pelajaran yang lepas.
4. Buat persembahan yang menarik dan mencabar.
5. Bimbingan kepada pelajar.
6. Cuit pelajar agar dapat perfom.
7. Beri maklum balas.
8. Membuat pentaksiran total.
9. Memperindahkan penyimpanan dalam otak dan berlaku pemindahan maklumat.
10 istilah yang perlu di ketahui:
1. Kurikulum-satu laluan untuk mencapai satu destinasi.
2. Pelajaran-Semua pengalaman formal dan tidak formal yg pelajar pelajari.
3. Instruction-Penyampaian maklumat dan aktiviti oleh manusia dan bukan manusia.
4. Mengajar-Penyampaian maklumat dan aktiviti oleh manusia.
5. Learning-Proses di mana maklumat yg diperolehi dan diaplikasi dalam kehidupan individu
6. Latihan-kemahiran spesifik yg diperolehi dan boleh diaplikasikan secara serta merta.
7. Instructional design-Satu teori dan praktis dlm mereka bentuk, membangun, mengurus dan menilai proses dan sumber2 yg dapat memudahkan pembelajaran.
8. Instructional technology-Aplikasi sistemik dan sistematik strategi dan teknik yg diambil dari teori2 behaviorism, kognitism dan konstructivism ke dlm penyelesaian sesuatu masalah pendidikan.
9.Instructional development-satu proses sitematik dlm mengimplimentasikan perancangan rekabentuk.
10. Sekolah Bestari-Institusi pembelajaran yg direka semula secara sistemik dari segi praktis,p&p, pengurusan sekolah dlm era teknologi maklumat.
Monday, February 1, 2010
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
- REKA BENTUK PENGAJARAN
- DEFINISI-Reka Bentuk Pengajaran
- Reka bentuk pengajaran ialah suatu proses sistematik untuk mereka bentuk, membangun, melaksana dan menilai pengajaran.
- Enam perkara asas yang merangkumi seluruh proses pengajaran
- Menentukan keperluan pelajar
- Menentukan matlamat dan objektif
- Membina prosedur penilaian
- Mereka bentuk dan memilih strategi penyampaian
- Mencuba sistem pengajaran
- Menilai keseluruhan sistem
- Kegunaan Reka Bentuk Pengajaran
- Untuk menghasilkan pengajaran yang berkesan.
- Pengajaran yang berkesan membolehkan pelajar memperoleh kemahiran, pengetahuan dan sikap yang diharapkan.
- Model ASSURE
- Model ASSURE bertujuan menyediakan panduan merancang dan mengendalikan pengajaran yang memerlukan penggunaan media.
- Model ASSURE mengandungi 6 langkah (Heinich (1982)
- A – Analyse learner (Analisis pelajar)
- S – State objective (Nyatakan objektif)
- S – Select method, media, and materials (Pilih kaedah, media dan bahan)
- U – Utilise media and materials (Gunakan media dan bahan)
- R – Require learner participation (Dorong penglibatan pelajar)
- E – Evaluate and revise (Nilai dan semak)
- Analisis Pelajar
- Tiga perkara penting untuk menganalisis ciri-ciri pelajar:
- (a) Ciri-ciri umum
- Merupakan deskripsi umum tentang umur, tahap, latar belakang sosial ekonomi dan sebagainya.
- (b) Kompetensi khusus
- - Berkait dengan pengetahuan dan kemahiran sedia ada pelajar tentang tajuk dan kandungan pelajaran.
- (c) Stail pembelajaran
- - Merujuk kepada kluster trait psikologi yang dapat menerangkan bagaimana seseorang itu menanggapi, berinteraksi dan bertindak balas dengan persekitaran.
- Nyatakan Objektif
- Ia merupakan tahap yang minimum tentang apakah yang sepatutnya dipelajari oleh pelajar daripada pengajaran yang dijalankan.
- Ia juga harus difokuskan kepada apakah pengentahuan, kemahiran dan sikap yang baru untuk dipaelajari.
- Pilih kaedah, Media dan Bahan
- Terdapat 3 langkah dalam pemilihan.
- a) Menentukan kaedah yang sesuai dengan tugasan pembelajaran. Seperti Set Induksi dimulakan dengan kaedah simulasi, diikuti dengan kaedah demonstrasi latihan dan latih tubi untuk mempelajari kemahiran yang baru.
- b) Memilih media yang sesuai untuk melaksanakan kaedah yang dipilih.
- Pemilihan media berasaskan kriteria yang tertentu:
- 1. Sepadan dengan kurikulum
- 2. Maklumat tepat dan terkini
- 3. Bahasa yang jelas dan tepat
- 4. Menarik minat dan mencetuskan motivasi pelajar
- 5. Menggalakkan penglibatan pelajar
- 6. Mempunyai teknikal kualiti yang baik.
- 7. Terdapat bukti keberkesanannya
- 8. Bebas daripada bias.
- 9. Mempunyai buku panduan yang lengkap.
- (c) Mereka bentuk media
- Tujuh perkara yang perlu diambil kira untuk mengubahsuai media yang tersedia atau menyediakannya sendiri.
- Objektif
- Pelajar
- Kos
- Kepakaran teknikal
- Peralatan
- Fasiliti
- Masa
- Gunakan Media dan Bahan
- Terdapat lima langkah bagi penggunaan media yang baik:
- (i) Pribiu bahan
- (ii) Sediakan bahan
- (iii) Sediakan persekitaran
- (iv) Sediakan pelajar
- (v) Sediakan pengalaman pembelajaran
- Melibatkan Pelajar
- Untuk mempastikan bahawa proses pembelajaran berlaku pelajar perlu dilibatkan dalam aktiviti pembelajaran seperti:
- Membuat latihan
- Perbincangan
- Latih tubi
- Kuiz
- Projek dan sebagainya
- Nilai dan Semak
- Penilaian ialah proses membuat pertimbangan nilai tentang sesuatu perkara. Ia berlaku sepanjang proses pengajaran, iaitu sebelum, semasa dan selepas pengajaran.
- Penilaian melibatkan aspek:
- - Menilai pencapaian pelajar
- - Pembelajaran yang dihasilkan
- - Menilai media dan kaedah
- - Kualiti Media
- - Penggunaan guru
- - Penggunaan murid
- Menilai kaedah dan media
- Kualiti media seringkali dilihat dari sudut sumbangannya terhadap pembelajaran. Terdapat ciri-ciri yang telah ditetapkan dalam aspek ini seperti:
- - Adakah media berkesan?
- - Bolehkah ia dipertingkatkan?
- - Adakah ia berguna?
- - Adakah media membantu pelajar mencapai objektif?
- - Adakah ia mencetuskan minat pelajar?
- - Adakah ia menyediakan penglibatan pelajar yang bererti?
- Menilai kaedah dan media
- Terdapat beberapa senarai lain yang juga elok dijadikan garis panduan ketika menilai media iaitu:
- - amat kreatif dan berkaitan dengan isu yang menarik minat pelajar.
- - menyokong pemikiran tinggi (Soktratik)
- - Memperkembangkan kemahiran berfikir.
- - menyampaikan kandungan secara mendalam.
- - meransang naluri ingin tahu pelajar
- - pelajar dapat melibatkan diri secara aktif.
- - membolehkan penerokaan isu secara mendalam.
- - menghubungkaitkan bidang pelajaran
- - meningkatkan nilai murni
- Selain daripada menggunakan soal selidik dan senarai semak, penilaian terhadap media dan kaedah juga boleh dilakukan melalui:
- - perbincangan dengan kelas
- - temubual dengan setiap individu
- - pemerhatian.
Saturday, January 30, 2010
personal data
Subscribe to:
Posts (Atom)



